Sabtu, 16 Juni 2012

DPRD Sumut Minta Sangat Diharapkan Pengantian Direksi Bank Sumut Jangan Ada Nuansa Politik



 Kantor Bank Sumut

Dalam pengantian Direksi Bank Sumut Komisi C DPRDSU terus memantau jalanya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diadakan  Kamis (14/6) jangan ada unsur politik yang sipatnya tidak membangun Bank Sumut sendiri.Ini dikatakan  Ketua Komisi C DPRDSU Marasal Hutasoit dalam konpersi pers pada wartawan di gedung DPRD SU jalan Imambonjol Medan Rabu (13/06) didampingi Wakil Ketua Pasiruddin Daulay dan sejumlah anggota diantaranya, Muslim Simbolon Mulkan Ritonga dari Ramli .

Muslim Simbolon mengingatkan Pemprovsu dibawah kepemimpinan Plt Gubsu sebagai pemegang sahan terbesar bersama dengan 33 kabupaten kota yang mempunyai saham bersama  jadan bermain api untuk kepentingan  politik agar tidak terganggu   kinerja Bank Sumut saat ini Kondisinya sangat dari BUMD milik Pemrovsu lainya  dengan RUPS hendaknya Bank Sumut semangkin jaya .Kami bersuarai karena Bank Sumut merupakan mitra kerja Komisi C DPRD Sumut.Proses pergantian direksi dalam RUPS tersebut hendaknya harus berjalan secara normal tanpa ada kepentingan apapun apalagi untuk kepentingan  Politik

Menurut Pasiruddin Daulay alangkah baiknya kalau calon direksi bank sumut dari kalangan Bank itu sendiri.yang sudah mengerti seluk beluk Bank Sumut .Jadi Bank sumut bisa semangkin eksis karena calon direksi yang baru tinggal menjalankan program-program yang sida di programkan tinggal dilanjutkan direksi Bank Sumut yang baru. Yang paling aneh kenapa para calon dereksi Bank Sumut menurut Bank Indonesia tidak ada satupun yang memenuhi Setandart Bank Indonesia .wah jadi mau kemana dibawa bank kesayangan masyarakat sumatera utara ini

Jangan nati setelah komisaris baru terpilih dan kinerja tak becus maka komisi C melalui ketua DPRD SU meminta RUPS Luar biasa kata Marasal Hutasoit .Karena riwayat Bank Sumut sempat kelam dan sahamya dipegang pemerintah pusat .Setgelah dikucurkan bebrapa kali APBD Sumut sebagai setoran Pemrovsu jadilah Bank Sumut milik Provinsi Sumatera utara .Melalui DPRD SU .Pemrovsu minta partisipasi kabupaten kota agar memiliki saham Bank Sumut agar semuanya sama -sama mencitai bank milik kebangan masyarakat Sumatera Utara  

Belawan Tetap Memanas


 

Suriadi (22), warga Jalan Makam Pahlawan, Gudang arang Lingkungan 29 Lorong Bakti, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan tewasditangan warga Belawan Lama, Lorong Kenanga, Lingkungan 27 Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, setelah diamuk warga disana, Minggu (3/5 sekitar pukul 00.00 WIB.

Hamidah (29) kakak korban mengatakan petugas kepolisian yang diduga berinisial "K" dengan berpakaian preman datang menjemput korban dengan sepeda motor Mio "Dia lagi ngumpul sama kawan-kawannya, biasalah anak muda kalau ngumpul ada minum-minum. Tapi dia dijemput oleh polisi, nggak tau sebenarnya akan dibawa kemana," terang wanita berjilbab tersebut ditengah perjalanan sebelum sampai  ke pos Polisi Polsek Belawan yang berada dikawasan Belawan Lama, laju sepeda motor mereka dihentikan oleh warga Belawan Lama, sehingga petugas polisi itu kabur

 Suriadi langsung dipukuli warga hingga kritis dan sekujur tubuhnya dipenuhi luka memar dan lecet."Dia tewas dengan cara yang mengenaskan, wajahnya lebam, kepalanya bocor, dada, kaki, dan tangannya juga lecet," terangnya.

 warga Gudang Arang berdatangan mau menjemput suriadi  tapi tidak dikasik sama warga Belawan Lama hingga bentrok terjadi.

Akibat peristiwa itu, 2 rumah milik warga Belawan Lama terbakar akibat dilempari molotov oleh warga Gudang Arang, sedangkan Suriadi anak keempat dari 10 saudara itu langsung dilarikan kerumah sakit Angkatan Laut Belawan untuk mendapatkan perawatan medis.

Namun beberapa jam korban dirawat disana, iapun dirujuk ke RSU dr Pirngadi Medan. Namun ditengah perjalanan sekitar pukul 14.30 WIB, Suriadi menghembuskan nafas terakhirnya, sehingga keluarga membatalkan rencana mereka merujuk korban ke RS Pirngadi Medan dan kembali membawa jasadnya kerumah duka.

Sekitar pukul 12.30 WIB, akhirnya jasad koban tiba di RS Pirngadi untuk dilakukan autopsi. Awalnya Hamidah merasa ragu untuk melaksanakan autopsi pada jasad adiknya itu, tapi setelah diyakini bahwasanya tidak akan ada organ tubuh korban yang akan disembunykan medis, akhirnya Hamidah pun setuju.