Minggu, 15 Juli 2012

LSM Dinamika Rahudman Harahap Jangan Terus Gontal -ganti Pejabat di Jajaran Pemko Medan

 karyawan pd pasar

Sangat diharapkan Rahudman Harahap Walikota jangan gontal -ganti pejabat seperti menganti pisang goreng


ini dikatakan Nurdi Ketua LSM Dinamika sehubungan walikota  Medan Drs H Rahudman Harahap MM baru baru ini melantik/pengambilan sumpah dan serah terima kepada 241 pejabat structural, Jumat (13/7) di gedung Darma Wanita Medan JalanRotan. Acara pelantikan ini dihadiri Wakil Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi, unsur Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Medan, dan sejumlah pimpinan SKPD jajaran Pemko Medan.

Dengan serinya Rahudman menganti struktur pejabat di jajaran membuat pejabat yang belum diganti menjadi was-waskapan mereka diganti membuat jalanya pemerintahan jadi tidak kondusif,apalagi kriteria yang diganti tidak jelas acuanya .Sangat diharapkan Bapak Rahudman Harahap menjelaskan kepada publik apa kriteria maka pejabat diganti .apa acuanya.

Kalau acuanya hak Preogatif bisa nanati para wartawan dan LSM mengangap bahwa pengantian pejabat berdasarkan iming-iming uang misalnya satu Kepala dinas berapa Milyart .Atau bisa pula karena Pak Rahudman Parahap mengati pejabat eselon II Dan III membuang  musuh musuih politikya  ketika  dalam Pilkada Walikota dahulu.Sebainya Pak Rahudman Harahap menjelaskan pada publik apa kriteria pengantian pejabat eselon II dan III di Pemko Medan.Karena pejabat yang diganti Bapak Rahudman Harahap tidak lebih baik dari pada pejabat sebelunya .

Lihat Dirut PD Pasar diganti Beberapa bulan kepemimpinan Dirut PD Pasar Medan yang baru, suasana  dibeberapa pasar Kota Medan semakin tidak kondusif dan sejumlah pedagang pun semakin terintimidasi. Yang semakin mengecewakan lagi selaku Walikota Medan, seperti diam tidak berpihak kepada para pedagang.

"Sangat disesalkan kebijakan Rahudman Harahap selaku Walikota Medan yang sampai saat ini tidak berpihak kepada para pedagang, dimana Benny H Sihotang selaku  kepala PD Pasar Pemko Medan, tidak mampu mengakomodir kepentingn para pedagang, bahkan kesannya setelah Benny menjadi Dirut PD pasar keadaan pasar semakin tidak kondusif, hal ini dikarenakan kebijakan Dirut yang lebih mengedepankan kepentingan peribadi," Ujar Nurdin pula

Hingga pedagang kaki lima di Medan  berasumsi Si Pak Benny menjabat PD Pasar bukan karena kriterianya baik tapi karena membeli jabatan PD Pasar tersebut mungkin dua sampai tiga milyart dan untuk mengembalikan modalnya dia menaikan harga di PD Pasar tersebut sebelum Bapak Rahudman Harahap mencopotnya kembali dari jabatan tersebut.

Semoga saja pengantian pejabat tidak seperti kriteria yang disampaikan LSM Dinamika dan semua pendapat Nurdin tadi salah .


     

Jumat, 06 Juli 2012

LSM Bintang Sejati Ijin Perubahan Lahan Dari Hutan Mangrove Menjadi HGU Sangat Diragukan Keapsahanya


Alih fungsi kawasan hutan mangrove menjadi perkebunan sawit semakin marak terjadi di daerah pesisir Kabupaten Langkat.yang kita sangsikan ijin peribahan lahan dari hutan mangrove menjadi HGUnya  sangat diragukan jangan sampai didalam peta Kementerian kehutanan lahan ini masih Hutan Mangrove ada mafia tanah yang bekerja di Dinas Kehutanan Sumatera Utara kata Samsudin Ketua LSM Bintang Sejati baru baru ini di Pangkalan Berandan

Mafia Hutan yang berada di Dinas Kehutanan Sumatera Utara telah menghancurkan sumber penghidupan para nelayan tradisionil yang tinggal di daerah pesisir itu menjadi terancam. Udang dan kepiting serta beberapa jenis ikan yang selama ini dapat dengan mudah mereka tangkap di kawasan hutan mangrove menjadi hilang.Menurut para nelayan itu, alih fungsi lahan tersebut telah membuat penghasilan mereka semakin berkurang. Sementara biaya hidup yang harus mereka tanggung setiap harinya cenderung meningkat sesuai dengan terjadinya kenaikan harga sembako di daerah itu.

“Sudah enam tahun hutan bakau itu dirubah jadi kebun sawit. Dulu Pak Kades meminta kami bergotong royong membersihkan areal ini dengan janji akan diusahai bersama. Memang kami waktu itu ada diberi uang rokok oleh Pak Kades. Tapi, kira-kira enam bulan kemudian, kami dilarang masuk lokasi ini. Pak Kades bilang, tanah ini sudah dibeli sama Abi, warga Binjai, seluas 1000 hektar dan Alexander seluas 1000 hektar, juga warga Binjai,” jelas Khairul.
Selain itu, ia juga mengeluhkan kondisi jalan desa dan jembatan yang rusak parah dan tak pernah diperbaiki oleh pemerintah setempat. Ia menyebut bila pasang atau banjir, warga tidak dapat menggunakan jalan desa.
“Biasanya kami naik boat kalau pasang karena jalan terendam air. Lagi pula, kalau naik boat lebih cepat,” katanya.


Sudah sebainya Poldasu mengusut apakah alih fungsi ;ahan di;angkat sudaj memakai prosedur yang benar jangan hanya di sumut sudah jadi kebun kelapa sawit tapi HGUnya diragukan .Jika memang HGUnya palsu pihak kepolisian menangkap dalang HGU yang tak jelas tersebut