Sabtu, 04 Agustus 2012

Anggota Kodim 0201/BS Pelda Januar Prihatin (JP) Sinaga Gagalkan Perampokan Bersenpi

GAGALKAN PERAMPOKAN – Anggota Kodim 0201/BS Pelda JP Sinaga (kanan) didampingi Letkol inf Doni Hutabarat (kiri) saat menjelaskan upaya perampokan yang ia gagalkan, di Makodim 0201/BS, Medan, Sumut, Jumat (3/8).

Anggota TNI yang bertugas di Kodim 0201/BS Pelda Januar Prihatin (JP) Sinaga berhasil menggagalkan aksi perampokan bersenjata api yang ingin menggasak sebuah tas berisi uang Rp200 juta yang dibawa kasir Swalayan Maju Bersama, Kamis (2/7) siang di Jalan KL Yos Sudarso simpang Glugur, Medan.

Peristiwa itu terjadi saat JP Sinaga hendak menjemput istrinya di Rumkit Putri Hijau dengan mengendarai mobil Avanza BK 1575 QK. Sayangnya komplotan perampok tersebut berhasil kabur dengan menumpang sebuah mobil Avanza hitam setelah seorang anggota komplotan menodongkan senjata apinya ke arah warga yang berusaha mengejar.
"
Usai dari Rumkit Putri Hijau, kami mau menuju bengkel. Tetapi di tengah jalan, istri saya mengajak singgah ke ATM BRI di Jalan KL Yos Sudarso simpang Glugur untuk ambil uang buat bukaan. Saat mau parkirkan mobil, saya melihat terjadi tarik menarik antara korban dengan pelaku, karena mobil saya dengan mobil korban bersebelahan," kata JP Sinaga didampingi Dandim 0201/BS Letkol Inf Donny Hutabarat, Jumat (3/8) saat temu pers di Makodim.

Ketika pelaku berhasil mengambil uang korban, pelaku dengan mengendarai sepeda motor Jupiter BK 2009 HBH lari dengan temannya yang sudah menunggu di atas sepeda motor.
"Baru dua meter berjalan, saya langsung menabrak sepeda motor itu. Dua pelaku tergeletak dan uangnya bertaburan di jalan, namun pelaku berhasil melarikan diri dengan menaiki mobil Avanza hitam yang datang dari arah belakang," jelasnya.
Namun, lanjutnya, saat masyarakat berupaya mengejar mobil tersebut, satu orang yang di dalam mobil mengeluarkan senjata api. "Saya tidak tahu pasti, tapi kata masyarakat ada senjata apinya. Dan saya lihat ada empat orang yang di dalam mobil, ada yang berbadan tegap dan cepak, tapi yang tarik menarik uang itu orangnya tinggi dan kurus memakai baju kotak-kotak," ungkapnya.
JP Sinaga mengaku, saat itu dirinya spontanitas saja menolong wanita tersebut. "Kebetulan saya yang memakai baju dinas, murni ingin membantu. Dan Insya Allah saat itu saya sedang berpuasa. Saya juga sempat menenangkan korban, karena dia shock, lalu saya pergi ke bengkel," imbuhnya.
Menanggapi hal ini, Dandim 0201/BS Letkol Inf Donny Hutabarat mengatakan, penghargaan pasti ada diberikan kepada prajurit berprestasi. "Kita juga akan mebantu aparat kepolisian, untuk mengungkap siapa perampoknya. Saya rasa ini perampokan terencana, kita siap membantu dalam penyelidikan ini," tegasnya.
Sementara sopir mobil korban, Purnomo, yang tinggal di Perumnas Simalingkar mengatakan sebelum kejadian ia bersama kasir Swalayan Maju Bersama, Angelina, baru dari BII Jalan Diponegoro untuk menyetorkan uang.

Setelah itu singgah ke Bank Mandiri di Jalan Pulau Pinang untuk menukarkan uang dan selanjutnya bermaksud kembali ke kantor di Swalayan Maju Bersama, Pulo Brayan.
“Waktu di jalan ada sopir angkot bilang ban mobil yang saya bawa kempes. Saya buka kaca dan lihat memang kempes, tapi saya tetap jalan,” ujar Purnomo.

Namun, karena ban kempes, mobil yang dikemudikannya jadi kurang enak dibawa. Lalu Purnomo memberhentikan mobilnya Xenia BK 1048 GN.
Ia sempat keluar dari mobil dan melihat ban mobil yang kempes, tetapi ia terkejut melihat kasirnya yang duduk di belakang sedang tarik menarik tas yang berisi uang dengan seseorang. “Saya terkejut melihatnya dan saya langsung berteriak rampok,” ujar Purnomo.
Teriakan itu mengundang perhatian warga yang kebetulan melintas dan berusaha memberikan bantuan, tetapi pelaku mengancam dengan mengacungkan senjata dan berhasil kabur dengan mobil yang mereka bawa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar