Sabtu, 16 Juni 2012

PLN Masih Sembunyikan Nama Pengusaha Penungak Listrik


 
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) PT PLN Wilayah Sumbagut dengan Komisi D DPRD SU disampaikan sejumlah Anggota Komisi D DPRD Sumut, , Kamis (14/6) PLN masih menyembunyikan nama pengusaha penungak listrik .Terbukti sampai hari ini masyarakat belum mengetahuit nam pengusaha penunggak listrik
 Analisman Jaluhu Anggota DPRD SU Dari Fraksi PDIP agar PT PLN Wilayah Sumbagut yang dipimpin Krisna Simba Putra  untuk melakukan pembenahan dan meningkatkan mutu pelayanannya, PLN harus membenahi manajemen internal. Masyarakat Nias, masih banyak keluhan belum menikmati listrik dan selalu terjadi pemadaman setiap malamnya. PLN harus membenahi manajemen internal dan harus bisa mensuplai listrik hingga kedaerah. PLN untuk tidak melakukan penerangan di kota besar saja, akan tetapi didesa dan kota kecil juga
Hal ini disampaikan sejumlah Anggota Komisi D DPRD Sumut, saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi D DPRD Sumut dengan PT PLN Wilayah Sumbagut, di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Kamis (14/6).Fadly Nurzal Ketua Fraksi PPP Serta Ketua DPW PPP Sumut Menurutnya, PLN  membiarkan banyak masyarakat di berabagai daerah, khususnya di Sumut tidak bisa merasakan aliran listrik sebagaimana mestinya .
Krisna Simba Putra Selaku GM  mengungkapkan, dalam pelaksanaan P2TL di Sumut, pihaknya ada menemukan perusahaan berupa mal yang masih menunggak tagihan listrik. Namun, katanya, dalam tim P2TL tersebut tidak hanya PLN, tetapi juga ada pihak lainnya, seperti kepolisian.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengungkapkan perusahaan penunggak listrik kepada masyarakat. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengungkapkan perusahaan penunggak listrik kepada masyarakat. Pasalnya, selama ini banyak masyarakat yang mengeluhkan operasi Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL), sementara di sisi lain tidak pernah ada publikasi terkait perusahaan yang menunggak pembayaran listrik, yang diperkirakan jumlahnya jauh lebih besar daripada masyarakat.

Mayarakat Melayu Sangat Berharap Bandara Kuala Namu Bernama Bandara T.Amir Hamzah



 
 Pusara dan gambar T. Amir Hamzah
Masyarakat Melayu  sangat berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk memberikan nama bandara Kuala Nama yang akan diresmikan menjadi Airtpoirt Internasion dengan nama T Amir Hamzah untuk mengenaang jasa  pahlawan ini. Pinta Sultan Langkat Tuanku Abdul Jalil dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi D DPRD Sumut di Medan, Kamis (14/06) yang dihadiri Ketua Komisi D DPRD SU  H.Yan Sahrin
Anggota Komisi D DPRD Sumut lainnya Guntur Manurung mengatakan, adanya banyak usulan nama tokoh- tokoh pahlawan untuk menjadi nama bandara internasional Kuala Namu sangat baik artinya masyarakat sumatera utara masih menghormati para pahlawanya .Tapi alangkah indahnya kalau dari etnis Melayu yang mendiami Sumatera Utara mengusulkan satu nama karena Melayu Deli Serdang juga sangat berharap agar Bandar Kuala Namu di beri nama , Bandara Sultan Serdang  Guntur Manurung berharap adanya  kesepakatan bersama antara sesame etnis melayu untuk mengusulkan satu nama karena ada tokoh Melayu .
 
 Bandara Kuala Namu
Usulan tersebut disampaikan karena semangat pembangunan Bandara Kualanamu itu dinilai memiliki kesamaan dengan semangat kepemimpinan Sultan Serdang ketika memimpin serta membangun daerah itu.
Sultan Langkat Tuanku Abdul Jalil Tengku Amir Hamzah selain  sastrawan juga telah dikenal secara nasional dan internasional. Hamzah merupakan salah satu penggagas Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak kebangkitan bangsa.
Perayaan 100 tahun Tengku Amir Hamzah pada 2011 itu bukan hanya dilaksanakan di Medan, tetapi juga oleh sejumlah budayawan di Jakarta dan kalangan civitas akademika dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Ini menandakan Beliau sangat dikenal di tingkat Nasional .Turut hadir pula tokoh tokoh melayu seperti Ketua Laskar Hang Tuah Tengku Alkadri Syah, Presiden Angkatan Muda Melayu Indonesia (AMMI) OK Azhari, dan Ketua Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Melayu (HPMM ) Dedy Suhairi.